Hetalia Mochi - Russia

Proses pengeluaran zat sisa yang dikelurkan oleh tubuh

Proses pengeluaran zat sisa yang dikelurkan oleh tubuh


pengertian ekskresi

Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses oksidasi makanan selain menghasilkan energi, tubuh organisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh. Apabila zat sisa tersebut tidak dikeluarkan akan membahayakan tubuh

Albuminuria

  1. Albuminuria
  • penyebab               :
Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.

batu ginjal


batu ginjal


  • Penyebab       :
Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih.
Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air. Batu ginjal tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan hidronefrosis. Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.

Nefritis


 Nefritis Glomerulus

Nefritis glomerulus atau radang ginjal umumnya diakibatkan reaksi alergi terhadap racun yang diproduksi bakteri Streptococcus yang bisa menginfeksi bagian tubuh lainnya seperti tenggorokan. Penyakit ini memungkinkan sel-sel darah merah dan protein tercampur dengan urin. Nefritis glomerulus parah bisa menyebabkan gagal ginjal.
Penyembuhannya:
1. Menjalani gaya hidup sehat yang meliputi olahraga teratur, diet yang tepat dan istirahat yang cukup. Dengan sistem kekebalan tubuh yang solid, kita tidak perlu takutdengan adanya  infeksi tertentu yang dapat menyebabkan nefritis, karena sistem kekebalan tubuh akan membantu memerangi infeksi ini.
2. Minum banyak air, karena ini akan membantu menjaga kandung kemih kita menjadi bersih dan membantu menghindari penyakit nefritis ini.

http://smarterbloggerz.blogspot.co.id/2013/09/penyakit-pada-sistem-ekskresi-dan-cara.html

Image result for gangguan pada sistem ekskresi manusia dan upaya untuk mencegah atau menanggulanginya


hati

Hati
Hati mengekskresikan empedu yang dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang sudah rusak/tua. Empedu yang dihasilkan terlebih dahulu ditampung di kantung empedu. Empedu terdiri dari garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin). Garam empedu berfungsi mengemulsi-kan lemak dalam proses pencernaan. Zat warna empedu memberi warna yang khas pada feses dan urin.
Alat Ekskresi Manusia dan Fungsinya
Zat warna empedu merupakan zat sisa tidak langsung, karena dihasilkan oleh hati tetapi pengeluarannya melalui saluran pencernaan dan darah menuju ginjal untuk dikeluarkan bersama urin.

Hati pada orang dewasa beratnya sekitar 1,5 kg. Selain sebagai alat ekskresi, hati memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai berikut.
a. Pembongkaran sel darah merah yang sudah tua. b. Pusat pengubahan protein, lemak, dan karbohidrat sesuai kebutuhan tubuh. c. Menawarkan racun. d. Tempat pembentukan provitamin A menjadi vitamin A. e. Tempat pembentuk protrombin. f. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
Sari-sari makanan yang diserap dari usus halus terlebih dahulu masuk ke hati melalui vena porta. Di dalam hati, zat beracun dan bibit penyakit disaring dan dinetralkan oleh sel-sel hati. Karena kerja hati cukup berat, hati dapat mengalami berbagai kerusakan atau gangguan. Zat-zat tertentu seperti racun dan alkohol dapat menyebabkan kerusakan sel-sel hati yang disebut sirosis dan kanker hati.
Untuk menjaga kesehatan hati kita harus berhati-hati dalam memilih makanan, misalnya menjaga kebersihan makanan, menghindari zat aditif dalam makanan yang tidak benar-benar diperlukan, tidak mengonsumsi makanan yang kadaluarsa, menghindari alkohol, dan sebagainya.
Infeksi bakteri atau virus juga dapat menyebabkan penyakit pada hati. Contohnya adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus. Virus dapat menular melalui makanan, minuman, transfusi darah, dan jarum suntik. Hepatitis menyebabkan kerusakan sel-sel hati sehingga zat warna empedu menyebar ke seluruh tubuh. Akibatnya warna kulit tubuh dan bola mata menjadi kekuning-kuningan. Oleh karena itu penyakit hepatitis sering disebut penyakit kuning. Untuk mencegah penyakit hepatitis, harus menjaga kesehatan dan kebersihan makanan dan lingkungan sekitar.
Kantung empedu juga dapat mengalami gangguan, misalnya batu empedu. Batu empedu biasanya disebabkan oleh meningkatnya kandungan kolesterol sehingga garam empedu dan fosfolipid tidak mampu melarutkannya. Akibatnya kolesterol akan mengkristal dan membentuk batu empedu. Batu empedu yang terus membesar akan menghalangi aliran cairan empedu, sehingga menimbulkan rasa sakit dan muncul berbagai kelainan, misalnya gangguan pencernaan lemak.

https://alyimron99.wordpress.com/struktur-dan-fungsi-sistem-ekskresi-pada-manusia-dan-penerapannya-dalam-menjaga-kesehatan-diri/


paru-paru

Paru-Paru 
Paru-paru mengekskresikan karbon dioksida dan uap air. Di kelas 8 telah dipelajari paru-paru sebagai sistem pernapasan. Karbon dioksida merupakan sisa metabolisme dari sel-sel tubuh. Karbon dioksida diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju paru-paru. Di dalam alveolus, karbon dioksida berdifusi ke udara. Udara yang banyak mengandung karbon dioksida ini kemudian dihembuskan keluar melalui fase ekspirasi.
Udara yang keluar masuk paru-paru tidak selalu bersih karena bercampur dengan debu, asap, kotoran, dan kuman-kuman penyakit. Akibatnya, kerja paru-paru sebagai alat ekskresi dapat mengalami gangguan.
paru-paru2-edited
Contoh kelainan atau gangguan pada paru-paru adalah tuberkulosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), SARS (Severe Acute Respiratory Sindrome), asma, dan lain-lain. Kebiasaan yang buruk juga dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, misalnya merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru.
https://alyimron99.wordpress.com/struktur-dan-fungsi-sistem-ekskresi-pada-manusia-dan-penerapannya-dalam-menjaga-kesehatan-diri/


kulit

Kulit manusia adalah lapisan luar dari tubuh. Pada manusia, itu adalah organ terbesar dari sistem yg menutupi. Kulit memiliki beberapa lapisan jaringan ectodermal dan penjaga otot-otot yang mendasarinya, tulang, ligamen dan organ internal.[1] Kulit manusia sama dengan mamalia lainnya, kecuali bahwa itu tidak dilindungi oleh suatu bulu. Meskipun hampir semua kulit manusia ditutupi dengan folikel rambut, tampak tak berbulu. Ada dua jenis umum dari kulit, kulit berbulu dan tidak berbulu.[2]
Karena antarmuka dengan lingkungan, kulit memainkan peran penting dalam melindungi tubuh terhadap patogen[3] dan kehilangan air yang berlebihan.[4] Fungsi lainnya adalah isolasi, pengaturan suhu, sensasi, sintesis vitamin D, dan perlindungan vitamin B folates. Kulit yang rusak parah akan mencoba untuk menyembuhkan dengan membentuk jaringan parut. Ini menyebabkan kulit sering berubah warna dan depigmentasi. Pada manusia, pigmentasi kulit bervariasi antar populasi, dan jenis kulit dapat berkisar dari kering ke berminyak. Variasi kulit seperti menyediakan habitat yang kaya dan beragam untuk beberapa bakteri yang kira-kira 1000 spesies dari 19 filum.
Kulit terdiri dari tiga lapisan utama:
  • Epidermis, yang tahan air dan berfungsi sebagai penghalang terhadap infeksi
  • Dermis, yang berfungsi sebagai lokasi untuk pelengkap kulit
  • Hipodermis (subkutan lapisan adiposa)

Berkas:Skin.png

https://id.wikipedia.org/wiki/Kulit_manusia


ginjal

Ginjal
Ginjal merupakan salah satu organ penting bagi tubuh manusia. Kerusakan ginjal dapat menurunkan fungsinya. Penurunan dari fungsi ginjal dapat menimbulkan beragam masalah, bahkan dapat menimbulkan komplikasi. Penting untuk mengenali gejala awal penyakit ginjal, agar tidak terlambat dalam menanganinya.
Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang mengalir dari seluruh tubuh. Dari penyaringan ini, ginjal akan memisahkan racun, mengatur keseimbangan elektrolit, dan mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh. Darah yang disaring ini kemudian akan keluar dari tubuh dalam bentuk urine. Seperti yang disebutkan di atas, kerusakannya dapat menurunkan fungsi ginjal. Beberapa penyakit ginjal pun memiliki kemungkinan untuk muncul. Seperti infeksi ginjal, gagal ginjal, batu ginjal, kista ginjal, hingga kanker ginjal.
gejala awal penyakit ginjal ini perlu anda kenali - alodokter

Gejala Awal Ini Perlu Diwaspadai

Gejala awal penyakit ginjal terkadang tidak benar-benar disadari atau tidak muncul hingga pada akhirnya fungsi utama ginjal mulai menghilang. Perhatikanlah beberapa gejala awal penyakit ginjal di bawah ini. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasa ada beberapa gejala yang Anda rasakan.
  • Kulit pucat.
  • Kulit gatal dan sangat kering.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Urine sedikit.
  • Bengkak di beberapa bagian tubuh. Seperti mata dan pergelangan kaki.
  • Terjadinya kram otot. Khususnya kram otot bagian kaki.
  • Napas pendek atau munculnya rasa lelah yang terus menerus.
  • Bau napas tidak enak dan tercium seperti bau urine.
  • Mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).
Sedangkan jika penyakit ginjal ini terjadi pada anak, gejala awal penyakit ginjal yang umumnya mereka akan rasakan adalah sering mengantuk, nafsu makan berkurang, pertumbuhan lambat, dan meningkatnya rasa lelah.

Jaga Kesehatan Ginjal Anda dengan Cara Ini

Sebelum ginjal Anda bermasalah, atau sebelum kondisi ginjal semakin buruk. Tentu tidak ada salahnya untuk terus menjaga kesehatan ginjal. Cermati dan praktikkan beberapa cara menjaga kesehatan ginjal berikut ini.
  • Makanan sehat untuk ginjal yang sehat
    Sudah menjadi rahasia umum jika makanan yang sehat dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Begitu pula dengan ginjal Anda. Jadi, berikanlah ginjal Anda ragam makanan sehat mulai sekarang. Pastikan makanan yang Anda konsumsi kaya akan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak atau terlalu asin. Konsumsi lebih banyakan biji-bijian, sayur, dan buah.
  • Minum cukup air mineralGuna menjaga kesehatan ginjal, memastikan tubuh terhidrasi dengan baik adalah hal yang penting. Ingat apa fungsi ginjal. Jika Anda tidak cukup minum, bagaimana ginjal dapat berfungsi dengan baik menyaring racun dan membuangnya menjadi urine? Untuk mengetahui apakah tubuh terhidrasi dengan baik, perhatikan warna urine Anda. Jika berwarna cokelat tua dan bukannya kekuningan. Itu artinya tubuh membutuhkan lebih banyak air.
  • Buang jauh-jauh minuman beralkohol dan rokokKedua hal ini tentu tidak ada manfaatnya bagi Anda. Hanya kesenangan sesaat dan tabungan masalah kesehatan di kemudian hari. Salah satunya adalah penyakit ginjal. Minuman beralkohol dan rokok dapat menimbulkan tekanan darah tinggi dan hipertensi adalah salah satu penyebab penyakit ginjal.
  • Perhatikan berat badan AndaSesuatu yang berlebihan sudah pasti tidak baik. Begitu pula dengan berat badan. Meningkatnya berat badan dapat meningkatkan tekanan darah Anda yang berbahaya bagi ginjal, dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Perhatikan berat badan dan indeks massa tubuh Anda. Serta lakukan olahraga secara teratur seperti bersepeda, berenang, atau berlari guna mendapatkan berat badan ideal.
Tidak ada bagian tubuh kita yang tidak penting untuk dijaga kesehatannya. Termasuk juga dengan ginjal. Organ ini begitu penting untuk kesehatan tubuh Anda. Tidak kalah dengan hati dan jantung. Jadi jaga kesehatan organ ini dengan baik. Kenali juga gejala awal penyakit ginjal di atas. Agar jika ternyata Anda memiliki penyakit ginjal, Anda bisa mengatasinya sedini mungkin.

http://www.alodokter.com/gejala-awal-penyakit-ginjal-ini-perlu-anda-kenali






kangker paru-paru

kangker paru-paru

Tingkat Kejadian dan Kematian Kanker Paru : Menduduki Tingkat Pertama Untuk Kaum Pria dan Tingkat Kedua Untuk Kaum Wanita
  Tingkat kasus dan tingkat kematian kanker paru bertumbuh dengan cepat, jenis penyakit ini merupakan salah satu jenis tumor ganas yang paling mengancam kesehatan manusia, menduduki tingkat pertama pada kaum pria dan tingkat kedua untuk kaum wanita. Berapa lama pasien kanker paru dapat bertahan hidup? Berikut adalah hasil survei medis :
  Stadium 0 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 70-80%
  Stadium 1 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 50%
  Stadium 2 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 30%
  Stadium 3 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 5-15%
  Stadium 4 : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun <2%
  Dari data di atas, kita sama-sama dapat melihat, meskipun termasuk stadium awal, namun tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bagi pasien kanker paru lebih rendah dibandingkan jenis pasien kanker lainnya, ini menjadi ancaman serius bagi hidup pasien. Oleh karena itu, bagi para pasien kanker paru, setelah terdiagnosa segeralah memilih opsi pengobatan terbaik, sehingga dapat secara efektif meningkatkan tingkat kelangsungan hidup jangka panjang.
  Kisah Perjuangan Pasien Kanker Paru Stadium 4
 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi
Kurniawan    Kanker Paru
  Pada tahun 2013, Kurniawan yang berasal dari Indonesia didiagnosa kanker paru stadium 4. Ia menerima saran yang diberikan oleh dokter setempat untuk menjalani pengobatan herbal, namun kondisinya sama sekali tidak membaik. Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou ia menjalani pengobatan minimal invasif, antara lain Terapi Intervensi dan Cryosurgery. Kini ukuran tumornya mengecil, kondisinya stabil dan kondisi fisiknya pun kembali normal.
    Mengapa Metode Konvensional Seperti Operasi dan Kemoradioterapi Tidak Efektif Mengobati Kanker Paru?
  Tindakan Operasi : Luka Serius, Tingkat Risiko Tinggi
  Tindakan operasi merupakan metode konvensional pengobatan kanker paru. Di bagian dada akan dibedah sebesar 3-4cm dan dilakukan pengangkatan 1-2 tulang rusuk, setelah itu baru bisa dilakukan pengangkatan tumor. Tindakan operasi tersebut memiliki tingkat risiko yang tinggi dan meninggalkan luka yang serius. Banyak pasien kanker paru yang bahkan kehilangan nyawa saat proses tindakan operasi. Menurut data statistik di AS, biasanya setelah pengangkatan lobus temporal, sekitar 10.7% pasien meninggal dalam waktu 30 hari setelah operasi.
  Kemoradioterapi : Efek Samping Yang Tak Tertahankan
  Selain membunuh sel kanker, kemoradioterapi juga dapat membunuh sel sehat dan merusak sistem kekebalan tubuh secara bersamaan. Pasien bisa menerima efek samping yang serius, seperti berkurangnya sel darah putih dan trombositopenia, sering buang air kecil, rambut rontok, muntah dan sebagainya. Di saat bersamaan, berkurangnya sel imun dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah sehingga tidak dapat melawan kanker dan penyakit lainnya, ini menjadi ancaman kematian yang serius.
  Dibandingkan metode pengobatan konvensional, metode minimal invasif memiliki kelebihan seperti luka kecil, minim efek samping, pemulihan cepat, serta hasil yang efektif. Metode ini menjadi opsi pengobatan yang diakui dan dipercaya banyak pasien kanker paru.
  Metode Minimal Invasif Apa Saja Yang Digunakan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Untuk Mengobati Kanker Paru?
  1. Intervensi : Luka Hanya 1-2mm, Akurat Membunuh Sel Kanker
  Intervensi dilakukan di bawah panduan alat DSA, hanya membutuhkan luka bedah 1-2mm, kemudian dilakukan tusukan dan pemasukkan kateter khusus, kawat pemandu dan alat canggih lainnya langsung ke dalam tubuh. Kemudian dokter akan memasukkan obat anti kanker ke dalam tumor untuk membunuh sel-sel kanker dan menyumbat pembuluh darah pemasok nutrisi ke kanker. Dengan terputusnya pasokan nutrisi ke kanker, hal ini membuat kanker “mati kelaparan”.
 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi
 Intervensi
  2. Penanaman Biji Partikel : Radioterapi Lokal, Akurat Menghancurkan Jaringan Tumor
  Kelebihan Penanaman Biji Partikel : Efektif memancarkan sinar terpusat di dalam tumor tanpa merusak jaringan-jaringan normal; radiasi berlangsung hingga 180 hari, efektif membunuh sel tumor; luka kecil; minim efek samping dan komplikasi.
 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi
Penanaman Biji Partikel
  3. Cryosurgery : Luka Kecil, Minim Komplikasi, Mencegah Kekambuhan
  Proses Cryosurgery dilakukan tanpa operasi, namun hasil yang didapat setara dengan tindakan operasi. Selain itu, metode ini dapat menurunkan risiko operasi dan komplikasi, dapat memantau proses, memberikan hasil pengobatan yang baik, serta tidak ada kondisi batasan anestesi. Saat ini metode tersebut telah berhasil diterapkan pada banyak pasien kanker paru, serta membuahkan hasil yang efektif.
 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi
Cryosurgery
  4. Imunoterapi : Meningkatkan Sel Imun, Memperpanjang Kelangsungan Hidup
  Imunoterapi tidak hanya dapat membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa penyakit pada tubuh, serta mencegah terjadinya kekambuhan dan penyebaran. Metode ini juga dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh pasien yang rusak, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dikarenakan sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, maka tidak mungkin terjadi penolakan. Metode ini sangat aman dan tanpa efek samping. Kondisi tubuh yang sehat atau lemah tetap bisa menjalani terapi sel imun.
 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi
 Imunoterapi
  Apa Tujuan Dari Pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou?
  Untuk pengobatan kanker paru, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyiapkan tim medis multidisiplin untuk melakukan terobosan metode pengobatan, mempertemukan berbagai ahli spesialis untuk bersama-sama mendiskusikan opsi pengobatan terbaik untuk pasien kanker paru. Diskusi ini bertujuan untuk saling melengkapi pengetahuan dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif, akurat dan ilmiah, bersama-sama menentukan metode pengobatan yang paling tepat serta mengontrol efektifitas pengobatan. Di rumah sakit ini, semua tim medis akan berusaha yang terbaik untuk mengobati pasien kanker paru, mereka akan melakukan segala kemungkinan untuk memberikan pelayanan medis berkualitas tinggi bagi pasien.
 Kanker paru, pengobatan minimal invasif, pengobatan kanker paru, Terapi Intervensi, Cryosurgery, Imunoterapi

http://www.alodokter.com/kanker-paru-paru?gclid=CjwKCAiAk4XUBRB5EiwAHBLUMV0AUP9KZJ9a7db8AlHfCkO3P2X4RQ56e_TUI0TEKCT5V-HjrQ01zxoCpJ4QAvD_BwE


penyakit asma

Asma 
Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.
Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.
Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.
Asma-alodokter

Penderita asma di Indonesia

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.
Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.

Diagnosis asma

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.
Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:
  • Spirometri
  • Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)
  • Uji Provokasi Bronkus
  • Pengukuran Status Alergi
  • CT Scan
  • Rontgen
Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Pengobatan asma

Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.
Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.
Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma

Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:
  • Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).
  • Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.
  • Tubuh sering terasa lelah.
  • Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.
  • Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).
  • Pneumonia.
  • Gagal pernapasan.
  • Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.
  • Kematian.

Mengendalikan penyakit asma

Jika Anda kebetulan mengidap asma atau hidup dengan asma sejak lama, jangan cemas dengan kondisi ini karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan asalkan Anda:
  • Mengenali dan menghindari pemicu asma.
  • Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.
  • Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.
  • Memonitor kondisi saluran napas Anda.
Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.
http://www.alodokter.com/asma?gclid=CjwKCAiAk4XUBRB5EiwAHBLUMdDpp7dV3PZLG1EtoAHqCUtNZuw7MqMm0Ko9wbwqcuaitX7EKWuz2BoCEOcQAvD_BwE


Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosisPenyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.
TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.
alodokter-tuberkulosis2
Gejala dan Jenis Tuberkulosis
TB paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.
Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil TB yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita.
Basil TB yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil TB yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.
Penyebab dan Faktor Risiko Tuberkulosis
Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil tersebut menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap TB aktif.
Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TB yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok tersebut meliputi:
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
  • Perokok.
  • Pecandu narkoba.
  • Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.
Proses Diagnosis Tuberkulosis
Tuberkulosis termasuk penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:
  • Rontgen dada.
  • Tes Mantoux.
  • Tes darah.
  • Tes dahak.
Pengobatan dan Pencegahan Tuberkulosis
Penyakit yang tergolong serius ini dapat disembuhkan jika diobati dengan benar. Langkah pengobatan yang dibutuhkan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu.
Sementara langkah utama untuk mencegah TB adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan.
Risiko Komplikasi Tuberkulosis
Apabila tidak diobati, bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidap. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:
  • Nyeri tulang punggung.
  • Meningitis.
  • Kerusakan sendi.
  • Gangguan hati, ginjal, atau jantung.
http://www.alodokter.com/tuberkulosis?gclid=CjwKCAiAk4XUBRB5EiwAHBLUMRYuRdCu81sdg54y2Yc9-I4n0cccGN3yUekQBY2XrgexP-dDF2JshRoCewoQAvD_BwE


TELESKOP

TELESKOP Pengertian, Fungsi Dan Bagian Dari Teleskop  – Sebuah teleskop atau teropong adalah alat pengamatan yang berfungsi mengumpulka...